Rabu, 31 Desember 2008

Renungan akhir tahun 2008

Akhir tahun 2008, sepertinya mengharuskan saya untuk lebih introspeksi, badan lagi agak demam, jadi ngendon di rumah aja. Anak ikutan tahun baru dengan kakak saya, kemping di taman buah Mekarsari, pembantu keliling bareng teman-temannya. Tinggal duaan dech dengan suami. Tapi...kayaknya lagi asyik masing-masing...dia asyik dengan jomla-nya, open source untuk blog, saya...jomblo dech.

Karena niatnya instrospeksi, cari bacaan yang bikin pencerahan. The best book's is a holly Quran, sengaja yang saya baca adalah tafsirnya...yang belum pernah tamat saya baca...Astagfirullah. Ngakunya al Quran adalah pedoman hidupku, namun hingga usia mendekati 39 tahun belum juga tuntas membaca tafsirnya, bagaimana mau mengamalkan dengan benar ? Ampuni hambamu ini ya Allah...

Saya membalik halaman tafsir Al Azhar jilid I-II dengan acak, biasanya halaman yang 'tidak sengaja' terbuka tepat dengan suasana hati yang sedang butuh panduan. Ternyata Surat Al Baqarah ayat 35 tentang Adam dan Hawa, penjelasan mengenai penciptaan Hawa serta hadis yang mengingatkan orang laki-laki tentang perangai dan tabit perempuan supaya pandai-pandai membimbingnya, sungguh membuat saya mengerti diri saya sebagai perempuan.

Hadis Imam Bukhari dan Muslim :
"Peliharalah perempuan-perempuan itu sebaik-baiknya, karena sesungguhnya perempuan dijadikan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu, ialah yang sebelah atasnya. Maka jika engkau tinggalkan saja, dia akan tetap bengkok. Sebab itu peliharalah perempuan-perempuan baik-baik".

"Sesungguhnya perempuan itu dijadikan dari tulang rusuk. Dia tidak akan dapat lurus untuk engkau atas suatu jalan. Jika engkau mengambil kesenangan dengan dia, namun dia tetap bengkok. Dan jika engkau coba meluruskannya, niscaya engkau mematahkannya. Patahnya itu talaknya".

Sebetulnya hadis tersebut sudah sering saya dengar, tapi menjelasannya seperti dibawah ini yang menyentuh hati saya.

Laki-laki, sabar-sabarlah menghadapi perempuan. Kalau dipaksa-paksa meluruskannya, diapun patah. Kalau dibiarkan saja, tidak dihadapi dengan sabar, bengkoknya itu akan terus.
Kalau laki-laki tidak hati-hati membimbing istrinya, kalau terus bersikap keras saja, talaklah yang terjadi dan patah aranglah rumah tangga.

Perempuan....terkadang tidak objektif, serta sentimentil namun ternyata setengah dari sifat bengkoknya perempuan memiliki jiwa pengasih, hiba dengan orang yang sedang susah atau sakit.

Perbedaan yang tidak berusaha dimengerti oleh masing-masing pasangan suami-istri tersebutlah yang sering membawa 'gesekan'. Istri sangat ingin diperhatikan jika sedang sakit, sementara suami lebih melihatnya 'yang penting udah minum obat'.
Istri sangat ingin didampingi ketika kesulitan, suami melihatnya sebagai masalah kecil.

Namun, perbedaan tersebut membawa rahmat.
Seorang laki-laki yang belum kawin seumpama orang yang masih belum ada tulak rusuknya, karena itu istri disebut teman hidup, sandaran yang menentramkan jiwa.
Demikian juga dengan seorang perempuan, kalau belum bersuami sama seperti tulang rusuk yang terlepas dari perlindungan. Bila dia telah bersuami, dia telah diletakkan ditempatnya semula, terlindung oleh pembungkus tulang rusuk itu, yaitu perlindungan suami.
Subhanallah....

Alhamdulillah....Engkau telah menentramkan hati hambaMu yang gelisah ini.
Dengan mengerti diri saya sebagai sosok perempuan yang diciptakan Allah, menjadikan diri saya lebih objektif melihat sosok laki-laki yang sungguh berbeda. Semoga Allah menjadikan rumah tangga kami sakinah mawaddah warahmah, saling pengertian dan sayang menyayangi.

Ya Allah... Yang Maha Pengampun, ampunilah segala hal yang aku lakukan di tahun ini yang tidak Engkau ridhai..., terimalah segala amalku di tahun ini yang Engkau ridhai...
dan janganlah Engkau putuskan harapanku di tahun mendatang kepada-Mu wahai yang Maha Mulia. Dan semoga Allah melimpahkan segala rahmat dan salam-Nya kepada seluruh muslimin dan muslimat di seluruh dunia, terutama kepada saudara-saudara kami yang digempur di Palestina.
Amien...

Rumah, 31 Des'08

Senin, 15 Desember 2008

Lahirnya Blog ini

Kamis, 11 Desember 2008 saya mengikuti Markplus Conference 09, Hermawan Kartajaya mengajak seluruh hadirin dengan teriakan lantang "Are you ready to take-off?" sambil mengacungkan tangan kanannya dan membentuk simbul new wave marketing dengan melipat ketiga jari kelingking, jari manis dan jari tengah, serta membiarkan jari telunjuk dan jempol tetap tegak. Langsung disambut oleh hadirin dengan mengacungkan jarinya masing-masing dengan simbol yang sama, wah saya juga ikutan donk.."ready....!". Bergemalah lagu yang khusus diciptakan untuk peluncuran new wave marketing menyongsong tahun 2009 dengan gaya marketing yang baru, memasuki era digitalisasi.Padahal ketika hari sabtu, sambil santai selonjoran di sofa, saya bilang ke anak saya..."wah Kev, mama ini ga punya blog, ga punya facebook, ketinggalan jaman ya..." Ya...saya merasa udah kehabisan energi dan ngga bakal sempet punya blog atau komunitas di dunia maya, yang pasti menghabiskan waktu. Namun tanggapan anak saya sangat menarik "Kevin ajarin ma..." anak saya yang baru umur 8,5 tahun memang sudah punya blog, tengoklah blognya di http://kevin-darmawan.blogspot.com, dia bersemangat banget ngajarin cara buat blog, suami juga bantuin sehingga jadilah blog saya ini menunggu kehadiran anda.